“Indah suka sekali makan es krim. Pokoknya, tiada hari tanpa es krim”. Albin mencatat itu baik-baik ucapan dari Andrea, sahabat dekat Indah,dalam ingatannya. Berarti kalau mau deketin Indah, es krim mungkin jalan pintas yang gampang banget.
Sebulan ini, Albin memang suka merhatiin Indah, adik kelasnya yang jago nyanyi. Belum lama ini menyabet juara I lomba nynyi se-Bandung. Keren banget !!! Albin pun mulai mengaguminya.
Sebagai ketua OSIS, Albin punya kelonggaran yang gak’ di punyai siswa lain. Tapi ini bukan berarti dia bebas memanfaatkannya. Kebetulan saja Andrea sekretarisnya sekaligus sahabat dekat Indah. Tapi itu gak’ mempermudah niatnya. Masalahnya Andrea member syarat, jika ingin mencari tahu informasi tentang Indah, Andrea akan kasih tahu semuanya tapi…sambil makan. Itu artinya, Albin harus mentraktir Andrea beberapa kali sampai informasi yang diperlukannya lengkap. Wah…wah…!!!
“Indah itu gak’ suka cowo yang merokok,” begitu informasi dari Andrea. Albin seperti membuat daftar khusus tentang Indah diotaknya.
“ Setiap hari minggu, Indah suka nganterin makanan atau kue ke panti asuhan dekat rumahnya,” lanjut Andrea. Duh.. Albin makin kagum dengan Indah. Albin menunggu dengan sabar Andrea menghabiskan es krim banana splitnya.
Hari ini genap seminggu Albin jalan dengan Andrea. Tujuannya cuma untuk mendapatkan semua informasi tentang Indah. Berarti sudah hampir seminggu Albin mentraktir Andrea.
“ Boleh nambah ?” Tanya Andrea. Albin melengak. Udah dua porsi masih nambah lagi ? Terbuat dari apa,sih perut Andrea ? perut tipis gitu, tapi makannya banyak gini ? ck..ck..ck.. tapi demi Indah, Albin mengiyakan. Ach.. es krim doang, hiburnya dalam hati.
Andrea tertawa senang. Manis juga Andrea kalo lagi begini. Ingin rasanya mengusapkan tissue ke sekitar mulut Andrea yang belepotan es krim. Duh.. kaya anak kecil aja makan es krim sampai belepotan gini. Albin jadi gemas.
“ Tuh.. belepotan mulutmu, bersihin dulu,” Albin memberikan tissue di dekatnya. Andrea tersenyum malu sambil membersihkan mulutnya.
“ Maaf..” ucapnya. Beberapa detik kemudian Andrea sudah asyik dengan es krimnya. Albin asyik memperhatikan Andrea lama-lama sedang makan. Sepertinya enak sekali.
“ Nah.. apa lagi ya ? hmm.. Tanya aja dech” kata Andrea. Albin terperangah kaget. Keasyikan melihat Andrea makan terputus. Dia jadi malu sendiri.
“ Apa lagi yang disukainya selain es krim ?” Albin buru-buru mendapatkan alternative pertanyaan.
“ Hmm.. cowo yang cerdas” jawab Andrea.
“ Kaya gue dong ?” celetuk Albin bangga. Andrea berhenti sebentar seperti berpikir. Memutar-mutar sendok kecil di mulutnya.
“ Ya..bolehlah. Loe kan ketua OSIS. Dan siapapun tau kalau ketua OSIS gak’ ada yang bego…”
Albin tertawa mendengar kata-kata Andrea. Ni.. anak lama-lama ngegemesin juga. Beberapa detik kemudian es krim Andrea tandas. Albin geleng-geleng kepala. Cepat banget habisnya. Berarti selesai sudah informasi yang didapatnya.
“ Mau nambah lagi ?” tawar Albin setengah berharap.
“ Enggak ach.. kenyang. Nanti pulang dimarahin mama karena gak’ makan gara-gara kekenyangan es krim. Emang loe masih punya duit buat traktir gue ?” goda Andrea.
Albin meringis, “ Ah.. kalo Cuma es krim doang mah ada…”
“ Gak’ ach.. simpan buat besok aja. Informasinya lanjut besok ya. Nanti malam aku pikirin besok minta ditraktir apa lagi.. itu jika kamu masih butuh informasi tentang Indah, he..he..he… !!!
“ Dasar…” Albin mengacak-acak rambut cekak Andrea. Telat, Andrea gak’ sempat menghindar. Ia merengut melihat rambutnya jadi berantakan.
“ Tuh kan… ! rambut gue jadi culun gini. Loe sih ” Gerutu Andrea.
Albin tertawa melihat muka cemberut Andrea. Dimatanya, Andrea tuh makin lucu kalo kaya gitu. Rambutnya yang biasa berdiri di bagian belakang dan zig-zag bagian depan, sekarang jadi berantakan. Memang jadi culun banget.
“ Yee.. malah diketawain…” Andrea mencubit lengan Albin keras-keras sampai Albin mengaduh. Beberapa pasang mata café es krim ini melihat mereka. Andrea pun menghentikan cubitannya. Masih dengan muka merengut Andrea pamit ke kamar kecil. Albin senyum-senyum sendiri.
Albin baru sadar kalau akhir-akhir ini dia jadi makin dekat dengan Andrea. Albin mulai terbiasa dengan candaan Andrea yang selalu bisa cerahkan hari-harinya belakangan ini. Meskipun alasannya pengen nyari tau soal pribadi Indah. Ah.. Indah,, Indah yang cantik, lembut, berambut panjang hitam legam.. Mungkinkah Indah akan suka padanya ? Apa jabatan ketua OSIS member nilai lebih dimata Indah ? .
Kebayang banyak cowo-cowo yang berebutan menarik perhatiannya. Susah memang kalau naksir sama kembang sekolah. Banyak saingan. Tapi Albin gak’ mau mundur. Paling gak’ dia akan berjuang buat ngedapetin cinta Indah. Kan ada Andrea yang akan kasih tau semua tentang Indah padanya. Paling gak’ Albin udah setengah mengenal Indah dari cerita Andrea, di bandingkan cowo-cowo lain.
“ Yuk..pulang.. ! ” tegur Andrea memutus lamunan Albin. Rambutnya sudah rapi lagi seperti biasanya.
Bisa aja anak ini. Albin geleng-geleng kepala. Andrea beda banget sama Indah. Agak tomboy dan anaknya seru. Meskipun gak’ feminism tapi Andrea punya wajah yang manis dan gayanya selalu segar dilihat. Albin selalu senang dekat dengan Andrea. Bahkan mulai terbiasa dengan candaan dan cerewetnya Andrea. Albin heran, kenapa mereka bisa jadi sahabat dekat ? karakter mereka jauh banget. Ah.. itu gak’ penting. Yang penting Andrea jadi kunci utama untuk menaklukan hati Indah.
*
Albin memarkir mobilnya agak jauh dari pagar rumah Indah. Hari ini hari minggu. Kata Andrea, Indah suka pergi ke panti asuhan dekat rumahnya. Tapi dari tadi pagi gak’ ada kegiatan apapun di rumah Indah. Itu artinya gak’ ada yang keluar rumah sejak jam 9 pagi. Apa Andrea bohong ya ? Ah.. gak’ mungkin. Andrea tuh cewe yang baik banget. Meski gak’ terlihat menonjol prestasinya.
Albin buru-buru mengusir prasangka buruk tentang Andrea. Mungkin hari minggu ini Indah gak’ pergi ke panti asuhan. Atau mungkin sedang pergi bersama keluarganya ke luar kota. Semua kemungkinan bisa terjadi. Tapi dari tadi kedengaran suara orang yang sedang menyapu dan suara orang berbincang-bincang. Lama-lama Albin mendengar suara Indah. Berarti dia dirumah dong. Apa sebaiknya dia turun aja dari mobil dan main ke rumah Indah. Tapi gak’ enak kalau tanpa alas an. Ah.. Albin jadi bingung.
Tiba-tiba sebuah mobil starlet putih parkir di depan pagar rumah Indah. Albin buru-buru bersembunyi supaya tak terlihat. Richie ? Albin kenal dengan orang yang keluar dari dalam mobil itu. Richie dulu kakak kelasnya, tapi dia sudah lulus dan kuliah di salah satu universitas ternama di Jakarta. Richie dulunya juga ketua OSIS.
Ngapain Richie siang-siang kerumah Indah ? Albin berpikir.
Richie masuk kedalam rumah Indah, dan tak lama kemudian dia keluar dengan menggandeng cewek cantik dan anggun bergaun pink lembut yang di taksirnya, Indah…! Ternyata Indah sudah punya pacar. Richie pula. Albin jadi lemas. Nggak mungkin dia bersaing dengan Richie yang di kaguminya. Hah…!!!
Albin tiba-tiba ingin marah sama Andrea. Teganya Andrea gak’ ngasih tau tentang Richie. Gak’ mungkin.. Andrea gak’ tau kalo mereka pacaran, sial..!!! . Albin merasa di permainkan. Dan lugunya dia percaya kata-kata Andrea. Ugh.. Albin menghidupkan mobilnya, dengan satu tujuan langsung ke rumah Andrea.
*
“ Neng Andrea gak’ ada ” jawab seorang wanita tua berpakaian sederhana yang membukakan pintu untuknya. Menilik pakaiannya, mungkin pembantu yang kerja dirumahnya.
“ Kemana ya, Bi ? ” oiya.. kenalkan saya Albin, teman sekolahnya Andrea ” tutur Albin sopan sambil mengenalkan diri. Wanita tua ini menyambut dengan canggung.
“ Owh..Den’ Albin. Panggil saja saya Bi Wati. Neng Andrea sering cerita tentang Den’ Albin ” ucap Bi Wati mengagetkan Albin. Pasti hubungan mereka sangat dekat. Albin terasenyum. ^_^
“ Pasti yang jelek-jelek ” kata Albin.
“ Wah.. sepertinya gak’ ada tuh yang jelek ” Den’ Albin tuh ganteng, pinter, baik hati… wah, pokoknya gini ! ucap Bi Wati sambil menunjukkan kedua ibu jarinya. Albin tersenyum. Ah.. ada-ada aja Andrea.
“ Iya..dech percaya.. tapi Andrea kemana Bi ? saya ada perlu penting banget ” ucap Albin
Inikan hari minggu, tadi pagi Neng Andrea berangkat ke panti asuhan. Kebetulan ada anak yang ulang tahun. Dari semalam Neng Andrea ribet bikin kue ulang tahun.
Albin seperti gak’ menginjak tanah. Dia kaget apa yang dia dengar barusan. Jadi yang setiap hari minggu ke panti asuahn dan yang suka dengan es krim itu bukan Indah, tapi Andrea. Yaa.. Tuhan kenapa aku jadi dibodohi begini ? . Perasaan campur aduk. Dia mencoba bersabar. Lalu Albin pergi ke panti asuhan, memang dekat seperti yang dikatakan Andrea. Albin semakin yakin, semua itu bukan tentang Indah melainkan Andrea. Albin memarkir mobilnya lalu turun.
Sebuah rumah kecil dan sederhana dengan plang nama yang agak kusam. “ Panti Asuhan Asih “ begitu tulisan samar yang tertera di papan itu. Di luar sepi, tapi didalam terdengar suara yang gaduh. Oh iya, kata Bi Wati sedang ada yang ulang tahun. Hati-hati Albin masuk dan mengintip ke dalam. Sekitar lima belas anak didampingi orang tua, seprti pengasuh panti asuhan ini, sedang mengelilingi sebuah kue ulang tahun. Itu dia Andrea ! .
Ingin rasanya Albin masuk, tapi entah mengapa rasanya hanya sampai satu langkah. Albin gak’ mau merusak suasana kegembiraan yang terpancar dari wajah anak-anak itu.
Hampir menunggu lama, akhirnya Albin tak tahan lagi. Albin masuk dan langsung menghampiri Andrea dengan sikap wajar. Kesan terkejut jelas nampak di wajah Andrea. Mereka pun keluar.
“ Tunggu Albin, aku tahu aku memang salah, tapi sebelum kamu marah, aku ingin kamu mendengar ini” Ujar Andrea.
Sejak kapan Andrea menyebut “kamu” dan “aku” ? Albin terheran. Sepertinya amaran Albin sudah pupus entah kemana.
“ Aku mengakui semua . Indah udah punya pacar, namanya Richie. Aku memang salah, karena aku gak’ bilang kalau Indah sudah pacaran. Pertama karena Indah ingin aku gak’ ngasih tau siapapun tentang hubungan mereka. Kedua, aku gak’ mau liat kamu terluka. Iya.. aku akui, semua informasi itu bukan Indah tapi aku. Semua itu aku lakuin karena aku ingin selalu bersama kamu, Albin. Selalu bisa dekat denganmu.” Andrea menarik nafas. Sepertinya sangat berat.
“Maksudmu ?” Albin sudah bisa menebak maksud Andrea.
“Iya.. aku suka kamu. Semua ini aku lakuian karena aku cinta kamu”. Bisik Andrea hamper gak’ kedengaran. Semua itu sudah terhadi, Andrea pasrah.
Albin menatap Andrea, tak percaya. Wajah segar itu, muka lucu itu, tingkahnya yang selalu buat tertawa. Andrea memang bukan Indah. Indah tak mungkin memperhatikannya, cerewet sekali kalo dia lupa makan karena sibuk ngurusi rapat OSIS, sabar mendengarkan curhatnya. Indah tak sesabar dan sebaik itu. Andrea tak punya suara sebagus Indah, tapi Andrea mempunyai sesuatu yang bisa mencerahkan hari-harinya. Hati Albin luluh.
Albin mendekati Andrea, mengacak-acak rambutnya , membawa ke dadanya, dan berbisik, “aku suka caramu menunjukkan cinta”. Air mata bahagia jatuh di pipi Andrea.
AlbinDreA
Semua Karena Cinta
Jumat, 10 Desember 2010
Diposting oleh
Kka ardian
di
07.51
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar
mohon komentarnya, berkomentar dengan etika yang baik dan bersifat membangun, saling berbagi untuk kebaikan..